My Photo
Name:
Location: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jogjakarta, Indonesia

Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dosen tamu di program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Islam Indonesia. Penulis lepas di media massa.

Wednesday, May 04, 2005

KEKUATAN FILM HOLLYWOOD MELALUI REPRESENTASI DALAM MEMPENGARUHI MASYARAKAT DUNIA

Oleh ANTONI, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY, Peserta mata kuliah Sosiologi Komunikasi, NIM : 20000530043


A. PENDAHULUAN
Produksi film Hollywood merupakan pusat perfilman nomor satu didunia diikuti oleh hongkong dan india yang terkenal dengan bollywoodnya. Film-film Hollywood sangat merajai jagat raya ini baik dari segi produksi, promosi, maupun pemasarannya. Film-film disajikan bukan saja memuat hal-hal yang berbau komedi, romantis, horor, dan kekerasan tetapi tidak menutup kemungkinan menyajikan kekuatan politik maupun ekonomi yang dimiliki oleh USA untuk mempengaruhi masyarakat dunia. Kekuatan pengaruh ini disajikan dalam bentuk kekuatan representasi dalam film-film Hollywood yang mana dengan menyusung ideologi yang kuat Hollywood menunjukan bahwa mereka merupakan negara yang kuat, yang hebat dalam berbagai bidang sehingga dapat dengan mudah mempengaruhi masyarakat dunia dengan ideologinya tersebut.
Hal diatas jelas sekali terlihat oleh banyak film-film produksi Hollywood ini. seperti film Rambo yang sengaja dibikin untuk memperlihatkan kekuasaan dan kehebatan USA diVietnam dan Afghanistan, yang mana untuk di Afghanistan USA merepresentasikan kehebatannya melalui sang Rambo sehingga secara tidak langsung melecehkan Rusia yang kalah dalam peperangan melawan Afghanistan. Film Hot Shots yang diperankan Charlee Sheen menceritakan kehebatan seorang tentara pilihan dalam membebaskan tawanan politik yang disandera oleh sekelompok teroris yang dipimpin seseorang yang direpresentasikan mirip dengan Saddam Husein.
Apa yang dilakukan oleh Hollywood dalam industri filmnya melalui representasi merupakan suatu bentuk penjajahan melalui ideologi untuk mempengaruhi masyarakat dunia terhadap kebijakan-kebijakan politik luar negeri USA. Hal ini sesuai dengan pendekatan Marxisme klasik, yang mana dalam pendekatan ini media dilihat sebagai alat dari kelas yang dominan untuk mempertahankan status quo yang dipegangnya dan sebagai sarana kelas pemilik modal berusaha melipatgandakan modalnya. Media tentu saja dalam hal ini selalu menyebarkan ideologi dari kelas yang berkuasa dalam masyarakat dan maka dari itu menekan kelas-kelas tertentu.
Dalam pendekatan ini media disini dapat disamakan dengan hollywood, melalui film-filmnya selalu merepresentasikan tokoh lawan politiknya dalam bentuk gambaran seseorang yang mempunyai sifat jahat dan bengis atau suatu negara yang menjadi rivalnya selalu direpresentasikan sebagai negara teroris atau negara yang memproduksi senjata nuklir sehingga dapat membahayakan dunia, tetapi semua itu dapat dihancurkan dan dikalahkan oleh USA secara tidak langsung itu sudah menyebarkan suatu ideologi bahea mereka merupakan negara yang selalu benar dimata dunia dan yang terkuat negara diantara negara-negara lainnya.

B PEMBAHASAN
1. Hollywood Sebagai Trendsetter Perfilman
Tidak dapat kita pungkiri lagi kehebatan film-film hollywood yang tidak ada habisnya diproduksi, baik dari segi teknologi, cerita, sutradara maupun yang lainnya, semuanya mampu memperlihatkan suatu tontonan yang menarik yang selalu dinikmati oleh masyarakat bahkan sudah menjadi suatu kebutuhan bagi kalangan-kalangan tertentu.
Dengan kekuatan sebagai trendsetter perfilman duania maka Hollywood dengan leluasanya melakukan suatu hegemoni pada masyarakat.Karena hegemoni yang berlangsung secara ideology ini merupakan suatu senjata yang tepat bagi Hollywood untuk mempengaruhi masyarakat dan untuk merepresentasikan sesuatu melalui filmnya. Sebab ideologi dalam pandangan Gramsci tidak hanya dilandasi oleh sistem ekonomi saja namun tertanam secara dalam semua aktifitas masyarakat, sehingga ideologi berartikulasi dalam kehiduapan yang tidak dipaksakan oleh satu kelompok namun adalah menembus dan diluar kesadaran.
Dalam hegemoni ini sedikit tidaknya mengubah cara pandang masyarakat terahadap sesuatu hal, baik itu peristiwa sejarah maupun hal-hal yang berkembang pada saat sekarang. Misalnya Hollywood dengan film Rambonya ingin merepresentasikan pada dunia bahwa mereka tidak mengalami kekalahan dalam perang vietnam, padahal yang terjadi tidak demikian. Juga yang direpresenatasikan dalam film Rocky dimana menggambarkan laki-laki Amerika yang kuat yang dapat menaklaukan petinju dari manapun teramasuk Uni Soviet yang pada saat itu merupakan rival terkuat USA. Banyak sekali film-film Hoolywood yang merepresentasikan kehebatan negaranya melalui ideologi-ideologi yang mereka masukan dalam perantara media ini, seperti apa yang dikatakan Althusser bahwa cara bekerja ideologi adalah dengan melakukan intervelasi (pemanggilan) dimana idividu yang merasa namanya disebut secara otomatis akan menoleh kearah kekuatan atau negara yang memanggil tadi.

2. Media Merupakan Suatu Jalan Yang Tepat Untuk Menyebarkan Hegemoni Dalam Melakukan Representasi.
Tidak dapat kita sangsikan lagi bahwa kalangan medialah yang membawa film-film Hollywood untuk dapat diputar dan ditonton oleh kalangan masyarakat. Berarti media mempaunyai peran yang sangat besar dalam penyebarluasan hegemoni Hollywood dalam industri film melalui bentuk representasi. Seperti gabungan gagasan dari Gramsci dan Althusser bahwa media massa dan individu-individu yang bekerja didalamnya termasuk dalam lingkup masyarakat sipil dan ISA. Ini disebabkan media massa tidak berfungsi dengan cara-cara penindasan Fisik, melainkan dengan menyebarkan gagasan-gagasan dominan yang diproduksi oleh kelas yang dominan yang sedang menguasai negara.
Jadi terhadap hegemoni film Hollywood ini setiap kalangan yang menganggap suatu bentuk representasi merupakan suatu hal yang melecehakan seseorang atau sosok yang dianggap mempunyai pengaruh atau melecehkan suatu negara tertentu tidak dapat hanya menyalahkan kelas dominan yang memproduksi industri film tersebut, karena kita ketahui sendiri bahwa banyak sekali kalangan yang terlibat terahadap penyebaran hegemoni ini. salah satunya adalah media, baik media massa maupun media elektronik. Termasuk juga kalangan-kalangan peangelola bisnis bioskop dimana mereka lebih sering memutar film Hollywood karena jelas saja lebih menguntungkan dari segi finansial. Dan masyarakat sendiri lebih cenderung menyukai film-film Hollywood tersebut yang tanpa mereka sadari bahwa mereka sudah dijajah secara ideologi.

C. PENUTUP
Film-film Hollywood tersebar luas diseluruh penjuru dunia dan banyak sekali diantara film-film tersebut yang merepresentasikan rival-rival USA. Dam USA sendiri menjadi sosok yang gagah dan kuat dari rivalnya tersebut. Tidak pernah kita tonton atau menyaksikan film Hollywood yang menunjukan bahwa mereka itu kecil dibandingkan kehebatan negara lain. Dengan hegemoni yang kuat Hollywood melancarkan pengaruhnya terhadap masyarakat dunia apalagi dari aspek kepemilikan modal (capital ownership) mereka saangat kuat dan tidak tertandingi.
Penjajah ideologi melalui represenatasi dalam film Hollywood ini sangat mempengaruhi pola pandang masyarakat dunia, bahkan kalau ini terus terjadi tentu saja dapat membelokan sejarah yagng tidak diketehui oleh generasi sekarang maupun yang akan datang. Hollywood dengan didukung kepemilikan modal yang kuat dan jaringan media yang luas dan tersebar diseluruh penjuru dunia otomatis dapat berbuat apa saja untuk menarik perhatian dunia dan dukungan dari segenap masyarakat.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home